<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mekarsari Oil Palm Research System</title>
	<atom:link href="http://www.mekarsari-oilpalm.com/feed/language/en/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com</link>
	<description>Your Trusted Growing Partner</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 05:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 8. Penyiapan lahan pembibitan</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/08/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-8-penyiapan-lahan-pembibitan/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/08/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-8-penyiapan-lahan-pembibitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 05:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[fencing]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[land clearing]]></category>
		<category><![CDATA[lining]]></category>
		<category><![CDATA[nursery design]]></category>
		<category><![CDATA[pembibitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Penyiapan lahan pembibitan merupakan langkah awal yang penting agar diperoleh  pertumbuhan bibit yang optimum, kemudahan pemeliharaan bibit, akses kedalam ke masing masing bibit dan untuk menjaga kebersihan lokasi pembibitan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Penyiapan lahan pembibitan</h2>
<p>Penyiapan lahan pembibitan merupakan langkah awal yang penting agar diperoleh  pertumbuhan bibit yang optimum, kemudahan pemeliharaan bibit, akses kedalam ke masing masing bibit dan untuk menjaga kebersihan lokasi pembibitan.</p>
<p>Empat kegiatan yang terkait dengan penyiapan lahan pembibitan adalah :</p>
<ol>
<li>Rancang Bangun Pembibitan (nursery design)</li>
<li>Pembersihan lahan (Land clearing)</li>
<li>Pemagaran (fencing) dan</li>
<li>Pemancangan (lining)</li>
</ol>
<p><strong>1.  Nursery Design</strong></p>
<p>Design pembibitan yang baik selalu mempertimbangkan adanya kemudahan akses bagi kendaraan yang keluar masuk lokasi pembibitan guna mengangkut material dan terutama mengangkut bibit yang akan di tanam di lapangan pada saatnya kelak.</p>
<p>Sasaran utama ini ditunjukkan dalam design tata ruang yang menggambarkan semua jaringan jalan serta gang antar blok bibit dan jaringan irigasi.</p>
<div id="attachment_232" class="wp-caption alignnone" style="width: 567px"><a href="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/05/prenursery.jpg"><img class="size-full wp-image-232" title="diagram-prenursery" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/05/prenursery.jpg" alt="" width="557" height="425" /></a><p class="wp-caption-text">Diagram Nursery</p></div>
<p><strong>2.  Land Clearing</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setelah batas batas calon lahan pembibitan ditentukan, perataan tanah harus sudah dilaksanakan paling lambat 2 bulan sebelum kecambah datang. Langkah selanjutnya adalah membuat pagar sekeliling lahan pembibitan, mengisi top soil kedalam polybag besar dan memasang jaringan irigasi penyiraman. <strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.  Pemagaran (Fencing)<br />
</strong></p>
<p>Pemagaran sangat penting dibuat, terutama di wilayah dimana babi hutan masih sering merusak. Bekas drum aspal yang sudah di ratakan adalah salah satu bahan pagar murah yang tahan dari serangan babi hutan.</p>
<p><strong>4.  Pemancangan (Lining)<br />
</strong></p>
<p>Pemancangan ditujukan untuk memastikan jarak peletakan polybag besar dengan benar agar setiap bibit memperoleh sinar matahari yang cukup dan tidak saling menutupi serta agar jaringan irigasi dibuat se efisien dan se efektif mungkin.</p>
<p>Polybag di susun dengan jarak  0.9 m segi tiga sama sisi untuk memberi ruang yang cukup untuk tumbuh. Semua barisan bibit harus lurus membentuk sudut 60 <sup>o</sup> satu sama lainnya dan paralel dengan jalur irigasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/08/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-8-penyiapan-lahan-pembibitan/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 7. Cara Pembibitan</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/07/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-7-cara-pembibitan/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/07/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-7-cara-pembibitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 05:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[drainage]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[pembibitan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber air]]></category>
		<category><![CDATA[topography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Lokasi pembibitan yang dipilih, harus bebas dari banjir yang dapat merusak bibit dan gudang penyimpanan material. Selain daripada itu,  lahan harus dibuat agar tidak mudah tergenang air.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Bagaimana cara membuat pembibitan?</h2>
<p><strong>Pemilihan Lokasi Pembibitan:</strong></p>
<p><strong>Topography (Kemiringan)</strong></p>
<p>Lokasi untuk pembibitan harus dipilh pada wilayah yang datar dengan kemiringan 0 – 3<sup>o</sup>, dekat dengan sumber air yang cukup besar  untuk irigasi namun tidak kena banjir atau tergenang.</p>
<p><strong>Area</strong></p>
<p>Dalam satu hektar dapat ditempat sebanyak 19.900 polybag besar dengan jarak 0,76 m segi tiga sama sisi. Pola ini dapat dijadikan dasar penghitungan ukuran nursery yang akan dibuat. Namun pola tersebut tidak selalu sama, karena dapat juga dibuat dengan kepadatan yang lebih rendah yaitu sebanyak 13.000 polybag besar per hektar dengan jarak 0,91 m segi tiga sama sisi. Pola ini dibuat untuk mencegah persaingan sinar matahari antar bibit serta lebih memudahkan untuk kontrol dan pemupukan</p>
<p><strong>Aksesibilitas dan Jalan di Pembibitan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jaringan jalan di main nursery dan hubungan satu dengan lainnya harus di rancang dengan seksama dan disesuaikan dengan pola peletakan polybag besar serta type irigasi penyiraman yand hendak digunakan.</p>
<p>Jalan keluar masuk ke main nursery juga harus dibuat cukup lebar agar kendaraan yang membawa material bisa lewat dengan mudah, puncaknya terutama pada periode penanaman ke lapangan.</p>
<p><strong>Sumber Air &#8211; Water Supply</strong></p>
<p>Kebutuhan air yang cukup jernih (kualitas dan kuantitas) harus dipastikan sebelum lahan pembibitan disiapkan. Sumber air yang terbaik adalah bila ada danau atau situ di dekat lokasi pembibitan. Namun bila tidak ada, sebaiknya dipersiapkan kolam penampung air yang cukup, kurang lebih berukuran sekitar 5(P) x 5(L) x 3 (T) untuk kemudian pompa air dengan kapasitas yang memadai  di tempatkan dekat kolam tersebut dan dihunbungkan dengan jaringan irigasi penyiraman.  Jumlah kolam dan jumlah pompa air (dengan kapasitas cukup) yang harus dipersiapkan bergantung kepada jumlah bibit dan luas pembibitan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Drainage</strong></p>
<p>Lokasi pembibitan yang dipilih, harus bebas dari banjir yang dapat merusak bibit dan gudang penyimpanan material. Selain daripada itu,  lahan harus dibuat agar tidak mudah tergenang air.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/07/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-7-cara-pembibitan/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 6. Memulai Pembibitan</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/06/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-6-memulai-pembibitan/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/06/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-6-memulai-pembibitan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 05:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[kecambah]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[pembibitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Membeli kecambah dan melaksanakan pembibitan sendiri bukan hal yang mudah bagi pekebun. Sebaiknya pekebun membeli bibit yang sudah memiliki empat hingga lima lembar daun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pembibitan Kelapa Sawit</h2>
<p>Membeli kecambah dan melaksanakan pembibitan sendiri bukan hal yang mudah bagi pekebun. Sebaiknya pekebun membeli bibit yang sudah memiliki empat hingga lima lembar daun. Namun jangan sembarangan membeli, kini pemerintah telah menyediakan outlet waralaba benih yang teruji, belilah dari sumber sumber benih seperti ini.</p>
<p><strong>Bibit adalah sesuatu yang monumental, artinya kesalahan memilih benih hari ini, akan berakibat fatal selama satu siklus tanaman atau merugi selama 30 tahun. </strong></p>
<p>Bibit muda tersebut untuk kemudian di susun pada lahan pembibitan. Lahan pembibitan ini memerlukan lahan yang tidak luas dan bibit muda menjadi mudah untuk di pelihara. Apabila bibit sudah cukup umur atau sekitar 12 bulan, maka bibit tersebut siap untuk ditanam di lahan kebun yang sudah di bersihkan.</p>
<p>Pembibitan kelapa sawit akan memerlukan biaya yang cukup besar dan memerlukan perhatian khusus dalam perawatannya. Adalah sangat memberatkan, bila anda hanya seorang diri melaksanakan pembibitan ini, sebaiknya lakukan secara berkelompok dengan para pekebun lainnya.</p>
<p>Pembibitan merupakan proses yang sangat penting, bila bibit merana karena kurang perhatian dalam perawatannya,  maka tanaman sawitnya kelak akan juga kurang jagur.</p>
<p><strong>Untuk menghasilkan bibit yang baik di pembibitan, Pekebun perlu melakukan : </strong></p>
<ul>
<li>Pemilihan lokasi pembibitan yang baik dan dipersiapkan dengan seksama.</li>
<li>Pemilihan bibit unggul yang bersertifikat</li>
<li>Pemeliharaan bibit dengan penuh perhatian, terutama penyiraman yang rutin, pembersihan gulma, pemupukan dan perlindungan dari hama dan penyakit.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/06/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-6-memulai-pembibitan/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 5. Syarat area penanaman</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/05/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-5-syarat-area-penanaman/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/05/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-5-syarat-area-penanaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 05:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi kebun]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Kelapa Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Kelapa Sawit dapat tumbuh subur di wilayah tertentu dan bagi pekebun swadaya pemilihan lokasi harus dekat dengan pabrik kelapa sawit.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Dimana area yang sesuai untuk menanam sawit?</h2>
<p>Kelapa Sawit dapat tumbuh subur di wilayah tertentu dan bagi pekebun  swadaya pemilihan lokasi harus dekat dengan pabrik kelapa sawit.</p>
<p>Wilayah yang sesuai bagi kelapa sawit :</p>
<p><strong>Pohon kelapa sawit akan tumbuh subur di wilayah tropis yang panas  sepanjang tahun dengan suhu optimal antara 25 hingga 28 derajat celcius</strong>.</p>
<p>Apabila suhu turun dibawah 25 derajat celcius, jumlah pelepah sawit  akan berkurang dan seringkali mudah terserang penyakit, sehingga  berakibat pada turunnya produktifitas.<br />
Suhu yang panas membuat pertumbuhan pelepah daun yang cukup dan pada  akhirnya akan menghasilkan TBS yang banyak. Ketinggian tempat yang ideal  antara 1 ‐ 500 m dpl. Kecepatan angin 5‐6 km/jam untuk membantu proses  penyerbukan.</p>
<p><strong>Kelapa sawit memerlukan Penyinaran Matahari yang lama.</strong></p>
<p>Memperoleh penyinaran matahari 5 – 7  jam per hari, proses  photosintesa akan kuat terjadi dan kemampuan menyerap air serta nutrisi  dalam tanah menjadi lebih sempurna. Daun akan tumbuh lebih besar besar,  buah akan menjadi cepat matang dan kandungan minyak pada buah akan lebih  banyak.</p>
<p><strong>Kelapa sawit perlu air yang banyak. </strong></p>
<p>Apabila curah hujan dibawah 1500 mm per tahun dan jumlah bulan  keringnya lebih dari 5 bulan dalam setahun, pelepah daun tidak akan  tumbuh dengan sempurna. Jika jumlah pelepah kurang, jika jumlah  pembungaan kurang, jumlah buah juga akan kurang, maka produktifitas  tanaman akan sangat rendah.</p>
<p><strong>Kelapa sawit memerlukan lahan yang relatif datar, lapisan tanah  yang tebal, tanah yang  tidak tergenang dan tanah yang subur.</strong></p>
<p>Tanah yang baik untuk kelapa sawit adalah tanah yang mengandung  banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Ber-drainase baik, permukaan  air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4‐6, dan  tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut  saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan  kelapa sawit.</p>
<p><strong>Kelapa sawit memerlukan lahan yang relatif datar </strong></p>
<p>Apabila lahan yang dipilih bergelombang atau berbukit bukit, maka  panen dan angkutan TBS akan lebih sulit,  dan biaya menjadi tinggi.  Disamping itu, erosi setiap saat bisa terjadi, sehingga menyebabkan  tanah yang subur akan tergerus.</p>
<p><strong>Kelapa sawit memerlukan lapisan tanah yang tebal</strong></p>
<p>Akar tanaman kelapa sawit akan sulit untuk menembus lapisan yang  keras dan akibatnya pertumbuhan akan terganggu. Selain dari itu, tanaman  jelas tidak akan dapat mengisap air dan nutrisi, yang pada akhirnya  akan menyebabkan rendahnya produktifitas tanaman.</p>
<p><strong>Kelapa sawit memerlukan tanah yang  tidak tergenang </strong></p>
<p>Pohon kelapa sawit tidak akan tumbuh dengan subur apabila sekeliling  akarnya terendam air untuk jangka waktu yang lama.</p>
<p><strong>Kelapa sawit memerlukan tanah yang  subur </strong></p>
<p>Untuk memproduksi tandan buah segar dalam jumlah banyak, tanaman  kelapa sawit memerlukan unsur hara yang cukup. Apabila tanahnya miskin,  kekurangan unsur hara harus ditambahkan dengan cara pemberian pupuk.</p>
<p><strong>Perlunya Pabrik yang siap menampung TBS pekebun. </strong></p>
<p>Ekstraksi minyak dengan metoda tradisional, akan menyebabkan  kehilangan minyak yang tinggi karena tertinggal pada ampas fiber dan  nut. Sedangkan dengan mesin dan peralatan pabrik kelapa sawit modern,  proses ekstraksi minyak akan dapat mengambil minyak secara maksimal dari  mesocarp.</p>
<p>Bila kelapa sawit yang ditanam sudah berasal dari sumber benih unggul  yang benar, maka dari tanaman kelapa sawit tersebut, dapat diharapkan  hasil produksi TBS dalam jumlah yang banyak. Namun apabila ingin  memperoleh hasil minyak dari TBS dengan cara melakukan ekstraksi  sendiri, anda jelas membuang waktu secara percuma dengan hasil yang  tidak akan sesuai dengan harapan.</p>
<p>Oleh karenannya, sebelum mulai berkebun kelapa sawit, pastikan  terlebih dahulu bahwa disekitar calon lokasi kebun terdapat pabrik yang  siap menampung TBS anda.</p>
<p><strong>Carilah Perusahaan perkebunan besar atau konsultan yang dapat  memberi nasihat </strong></p>
<p>Diperlukan kerja keras dan dana yang tidak sedikit untuk membangun  kebun kelapa sawit.</p>
<p>Pekebun hanya akan membuang uang dengan percuma, bila tidak  mempraktekkan metoda pengelolaan perkebunan modern. Oleh sebab itu, pekebun  perlu mempelajari :</p>
<ul>
<li>Bagaimana memilih lokasi dengan benar.</li>
<li>Bagaimana melaksanakan pembibitan dengan baik</li>
<li>Bagaimana cara melakukan penanaman dengan benar.</li>
<li>Bagaimana mengawasi sebuah perkebunan.</li>
<li>Bagaimana aplikasi pemupukan dengan tepat.</li>
<li>Bagaimana penanganan Hama dan Penyakit tanaman</li>
<li>Bagaimana melaksanakan panen tepat waktu</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/05/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-5-syarat-area-penanaman/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 4. Perlunya budi daya</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/04/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-4-perlunya-budi-daya/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/04/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-4-perlunya-budi-daya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 04:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[budi daya]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[TBS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Memang terlihat mudah bila memanen buah sawit (TBS) yang tumbuh liar di hutan atau dimana saja. Akan tetapi produksi minyak yang diharapkan tidak akan banyak dihasilkan dari TBS seperti ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Mengapa membudidayakan kelapa sawit?</h2>
<p><strong>Tidak ada orang yang mem-budidaya-kan sawit secara tradisional.</strong></p>
<p>Memang terlihat mudah bila memanen buah sawit (TBS) yang tumbuh liar di hutan atau dimana saja. Akan tetapi produksi minyak yang diharapkan tidak akan banyak dihasilkan dari TBS seperti ini. Selain itu, proses pengolahan TBS dengan cara tradisional jelas sulit memperoleh minyak dalam jumlah yang memadai. Sebab minyak yang di ekstraksi dari mesokarp (daging brondolan) akan banyak tertinggal pada ampas fiber dan biji.</p>
<p><strong>Kini kelapa kawit telah banyak ditanam pada perkebunan perkebunan yang modern.</strong></p>
<p>Tingginya produktifitas minyak sawit hanya akan dihasilkan dari benih unggul yang terseleksi dengan baik dan ditanam pada perkebunan yang menerapkan praktek budidaya dengan benar.<br />
Tandan Buah Segar (TBS) yang berasal dari benih unggul jenis ini, bila di jual dan diproses   atau di ekstraksi pada pabrik kelapa sawit modern akan menghasilkan efisiensi ekstraksi (rendemen) yang tinggi.</p>
<p><strong>Perkebunan seperti ini jelas akan menghasilkan uang,  antara lain bagi :</strong></p>
<ul>
<li>Pekebun swadaya yang menghasilkan TBS.</li>
<li>Pekerja pabrik kelapa sawit.</li>
<li>Perusahaan  yang  mengekspor CPO ke luar negeri</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/04/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-4-perlunya-budi-daya/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 3. Tandan Buah Segar</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/03/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-3-tandan-buah-segar/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/03/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-3-tandan-buah-segar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 05:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[biji]]></category>
		<category><![CDATA[dura]]></category>
		<category><![CDATA[Kernel]]></category>
		<category><![CDATA[Kernel Oil]]></category>
		<category><![CDATA[mekarsari oil palm]]></category>
		<category><![CDATA[mesocarp]]></category>
		<category><![CDATA[pisifera]]></category>
		<category><![CDATA[TBS]]></category>
		<category><![CDATA[tenera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Setiap Tandan Buah banyak terdapat Spikelet (Tangkai Tandan). Setiap spikelet terdapat brondolan buah. Sebelum Tandan Buah Segar di proses untuk menjadi minyak, brondolan harus dilepaskan terlebih dulu dari spikeletnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Tandan Buah Segar dan Minyaknya</h2>
<p>Setiap Tandan Buah banyak terdapat Spikelet (Tangkai Tandan). Setiap   spikelet terdapat brondolan buah. Sebelum Tandan Buah Segar di   proses untuk menjadi minyak, brondolan harus dilepaskan terlebih dulu   dari spikeletnya.</p>
<p>Brondolan buah terdiri dari :</p>
<p><strong>Daging buah (Mesocarp)</strong></p>
<p>berwarna  kuning oranye dan merah. Mesocarp ini diperah untuk diambil  minyaknya  (CPO).</p>
<p><strong>Biji (Nut)</strong></p>
<p>Nut  ditutupi oleh kulit biji atau cangkang  (shell) yang keras dan  dibagian  dalamnya terdapat Inti Sawit (Kernel). Kernel akan di perah  untuk  menjadi Minyak Inti Sawit (KO-Kernel Oil).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="brondolan" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/brondolan.jpg" alt="Brondolan" width="312" height="209" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="potongan-brondolan" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/potongan-brondolan.jpg" alt="" width="497" height="217" /></p>
<p><strong>Tidak semua brondolan itu sama. </strong></p>
<ul>
<li>Ukurannya berbeda.</li>
<li>Ketebalan Mesocarp berbeda.</li>
<li>Ketebalan cangkang berbeda</li>
<li>Tidak bercangkang.</li>
</ul>
<p><strong>Terdapat tiga varietas kelapa sawit : </strong></p>
<ul>
<li><strong>tenera</strong> bercangkang tipis</li>
<li><strong>dura</strong> bercangkang tebal</li>
<li><strong>pisifera</strong> tidak bercangkang</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="tenera" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/tenera.jpg" alt="" width="314" height="209" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="dura" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/dura.jpg" alt="Dura" width="319" height="223" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="pisifera" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/pisifera.jpg" alt="" width="325" height="222" /></p>
<p>Makin banyak jumlah brondolan per tandan, akan makin banyak minyak   yang dihasilkan.  Namun ketebalan Mesocarp dan tipisnya Cangkang serta   ukuran kernel adalah yang paling menentukan.</p>
<p>Produsen Benih Unggul seperti<strong> Mekarsari Oil Palm Research Station</strong> menciptakan varietas kelapa sawit  untuk mendapat beberapa manfaat   untuk pengguna benihnya antara lain:</p>
<ul>
<li>Pertumbuhan Batang yang rendah, umur 18 tahun tingginya  hanya 4   meter</li>
<li>Cepat  berbuah dan dapat dipanen, 24 bulan sudah berbuah</li>
<li>Kandungan Minyak tinggi, 250 – 300 kg per pohon per tahun.</li>
</ul>
<p><strong>Varietas seperti ini yang disebut Benih Unggul</strong></p>
<p>Untuk dapat menghasilkan varietas seperti ini, bunga betina dari   koleksi pohon induk terpilih (<strong>Elit Dura</strong>) yang ada di kebun induk   Mekarsari di kawinkan / dipolinasi dengan  polen dari Bunga Jantan   terpilih (<strong>Elit Pisifera</strong>). Bunga Betina yang telah di polinasi ini   akan menjadi buah. Buah ini adalah Varietas yang disebut diatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/03/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-3-tandan-buah-segar/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 2. Masa hidup tanaman</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/02/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-2-masa-hidup-tanaman/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/02/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-2-masa-hidup-tanaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 05:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[ciri tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[kecambah]]></category>
		<category><![CDATA[masa hidup kelapa sawit]]></category>
		<category><![CDATA[polybag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mekarsari-oilpalm.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Memahami tentang masa hidup tanaman kelapa sawit sangat diperlukan. Bila anda mengenal kehidupan tanaman kelapa sawit dengan baik, anda akan memahami bagaimana membudidaya kan nya dengan benar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Masa hidup tanaman kelapa sawit</h2>
<p><strong>Masa hidup Kelapa Sawit sangat panjang</strong></p>
<p>Memahami tentang masa hidup tanaman kelapa sawit sangat diperlukan.  Bila anda mengenal kehidupan tanaman kelapa sawit dengan baik, anda akan  memahami bagaimana membudidaya kan nya dengan benar.</p>
<p>Apabila penanganan kecambah kurang hati hati, benih akan terhambat  pertumbuhannya. Pada industri benih kelapa sawit, proses perkecambahan  dilakukan melalui ruang pemanas selama 80 hingga 90 hari.</p>
<p>Segera setelah kecambah diterima oleh pekebun, setiap kecambah  tersebut segera ditanam di polybag kecil dikenal dengan nama baby  polybag selama 3 bulan. Setiap bulan akan tumbuh daun baru dan bila  sudah terlihat ada dua lembar daun kembar yang muncul, artinya bibit  sudah siap dipindahkan ke polybag besar.</p>
<p>Di polybag besar, bibit dipelihara selama 1 tahun atau apablia sudah  terdapat 15 lembar daun yang tumbuh, artinya bibit sudah siap ditanam di  lapangan. Secara keseluruhan bibit dipelihara di pembibitan (nursery)  selama 15 bulan sebelum ditanam di lapangan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="kecambah-dari-sumber-benih" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/kecambah-dari-sumber-benih.jpg" alt="Kecambah dari Sumber benih" width="129" height="85" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="kecambah-muda-mulai-berkembang-di-baby-polybag" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/kecambah-muda-mulai-berkembang-di-baby-polybag.jpg" alt="Kecambah Muda mulai berkembang di baby polybag" width="115" height="171" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="bibit-dengan-dua-daun-kembar-termuda" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/bibit-dengan-dua-daun-kembar-termuda.jpg" alt="Bibit dengan dua daun kembar termuda" width="225" height="391" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="bunga-jantan" src="http://www.mekarsari-oilpalm.com/wp-content/uploads/2010/01/bunga-jantan.jpg" alt="Bunga Jantan" width="410" height="271" /></p>
<p>Apabila tanaman muda sudah ditanam di lapangan, maka pada awalnya  akan sering muncul bunga jantan. Setiap bunga jantan terletak diketiak  pelepah daun dan untuk beberapa bulan tanaman kelapa sawit hanya akan  mengeluarkan bunga jantan. Setelah itu, bulan bulan selanjutnya, bunga  betina akan banyak di produksi.</p>
<p><strong>Batang tanaman kelapa sawit tidak mempunyai cabang.</strong></p>
<p>Tanaman kelapa sawit hanya ada batang dan pelepah daun saja.  Batangnya merupakan sumber kehidupan tanaman yang utama, dimana pada  ujung paling atas terdapat hanya satu titik tumbuh saja, yang membuat  tanaman dapat tumbuh dan hidup berlanjut.</p>
<p><strong>Apabila titik tumbuh ini mati, maka tanaman akan mati.</strong></p>
<p>Titik tumbuh ini akan menghasilkan 20 hingga 25 pelepah daun per  tahun. Adalah sangat penting mengkondisikan agar titik tumbuh dapat  menghasilkan banyak pelepah daun, sebab pada setiap pelepah diharapkan  akan muncul bunga di pangkal pelepahnya. Artinya makin banyak pelepah  makin banyak kemungkinan menghasilkan  bunga, dan pada akhirnya akan  makin banyak yang menjadi tandan buah segar.</p>
<p>Tanaman kelapa sawit akan berproduksi dengan baik di daerah panas  dengan penyinaran matahari tidak kurang dari 6 jam sehari dan curah  hujan yang cukup tidak kurang dari 2500 mm per tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/02/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-2-masa-hidup-tanaman/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip untuk petani kelapa sawit swadaya &#8211; Bagian 1. Pengantar</title>
		<link>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/01/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-1-pengantar/</link>
		<comments>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/01/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-1-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 23:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arie Malangyoedo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[budi daya sawit]]></category>
		<category><![CDATA[perkebunan modern]]></category>
		<category><![CDATA[swadaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=69&amp;lang=en</guid>
		<description><![CDATA[Perkebunan kelapa sawit yang modern mengharuskan setiap pekebun untuk belajar bagaimana proses budi daya kelapa sawit dengan benar. Menanam kelapa sawit yang unggul bukan sekedar memanen buah; perkebunan kelapa sawit modern tidak sesederhana itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>BUDI DAYA KELAPA SAWIT</h2>
<p>Perkebunan kelapa sawit yang modern mengharuskan setiap pekebun untuk belajar bagaimana proses budi daya kelapa sawit dengan benar.</p>
<p><strong>Menanam kelapa sawit yang unggul bukan sekedar memanen buah; perkebunan kelapa sawit modern tidak sesederhana itu.</strong></p>
<p>Pekebun harus belajar apa yang harus diperbuat agar pekerjaannya menghasilkan yang terbaik.<br />
Pekebun harus rajin bertanya pada yang ahli untuk mendapat nasihat, hingga pekerjaannya semakin baik dan semakin baik lagi.</p>
<p>Pekebun harus memikirkan apa yang hendak dikerjakan dan membuat perencanaan untuk itu, dengan demikian dia akan dapat melaksanakan pekerjaannya di saat yang tepat.</p>
<p>Menggunakan Benih unggul akan memaksa pekebun bekerja lebih giat dibandingkan menggunakan benih asalan, namun hasil produksinya akan jauh berlipat ganda.</p>
<p>Setiap pekebun peserta plasma atau pekebun kelapa sawit swadaya adalah petani modern. Penghasilannya akan memberikan maanfaat bagi keluarganya.</p>
<h2>Sebelum memulai, berpikirlah dengan seksama</h2>
<p>Tanaman kelapa sawit akan mulai berproduksi 3 sampai 4 tahun sejak ditanam di lapangan. Selama masa belum menghasilkan, pekebun harus terus mengeluarkan dana dan kerja keras hingga masa panen tiba. Tanpa ada panen tidak satu buah pun yang dapat menghasilkan uang.</p>
<p><strong>Membangun kebun kelapa sawit modern akan memerlukan dana.</strong></p>
<p>Pada awalnya pekebun harus membayar pekerja untuk membersihkan lahan calon perkebunan dari semua tumbuhan yang ada. Kemudian pekebun harus membeli benih unggul dan membeli pupuk.</p>
<p>Walaupun tanaman kelapa sawit itu telah dipupuk, namun selama tanaman masih muda, pekebun tetap harus menunggu sampai masa panen tiba.</p>
<p>Mungkin juga pekebun harus membayar pekerja untuk membantu perawatan tanaman selama masa belum menghasilkan. Tumbuhan penggaggu atau gulma tidak diperkenankan tumbuh di areal perkebunan kelapa sawit dan tanaman harus dilindungi dari gangguan hama seperti tikus dan lainnya.</p>
<p>Semua pekerjaan ini akan menyita waktu dan artinya bisa saja pekebun akan kekurangan waktu untuk menggarap ladang tanaman pangannya. Pada kondisi ini, pekebun harus membeli makanan untuk keluarganya.</p>
<p>Sebelum anda memulai usaha perkebunan kelapa sawit, anda harus  menghitung dengan cermat apakah punya kemampuan untuk itu.</p>
<p><strong>Menanam kelapa sawit akan menyita banyak waktu.</strong></p>
<p>Sebelum mulai menanam di lapangan, pekebun harus membersihkan lahan dari semua tumbuhan atau semak yang ada dan dilarang keras membakar hasil tebangan atau hasil tebasan semak . Semua bekas tebangan atau tebasan harus ditata dalam barisan diluar rencana jalur tanam.</p>
<p>Setelah itu, diperlukan banyak waktu untuk mulai menabur benih kacangan penutup tanah, membuat lubang untuk penanaman pohon kelapa sawit, menaburkan pupuk dalam lubang dan kemudia tanam bibit sawit.</p>
<p>Semua pekerjaan ini harus dilakukan dengan sepenuh hati, menyediakan waktu penuh untuk itu dan jangan tergesa gesa jika ingin berhasil membangun kebun kelapa sawit.</p>
<p>Ketika bibit telah tertanam semuanya, anda harus memasang kawat ayam sekeliling tanaman muda, menabur pupuk dan terus melakukan pengawasan. Tanaman muda perlu dijaga dengan seksama. Semakin kecil kebun yang dibangun semakin mudah diawasi.</p>
<p>Begitu pohon mulai ber produksi, buah sawit atau tandan buah segar  (TBS) harus di panen tepat waktu.</p>
<p>Apabila tidak dipanen tepat waktu, TBS akan keliwat matang, mutu TBS akan menurun dan banyak kehilangan brondolan yang terlepas dari tandannya.</p>
<p><strong>Membangun Kebun Sawit perlu menyediakan banyak waktu dan banyak  perhatian.</strong></p>
<p>Jangan mulai dengan mencoba-coba terlalu luas, karena akan kurang baik hasilnya. Mulailah dengan skala yang kecil dan lakukan semua dengan sebaik baiknya. Kebun kecil akan lebih mudah mencapai tingkat produksi per hektar yang lebih baik dibanding perkebunan berskala besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mekarsari-oilpalm.com/2010/01/tip-untuk-petani-kelapa-sawit-swadaya-bagian-1-pengantar/feed/language/en/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
